Otavio Dutra Sayangkan Boaz Solossa Tak Main Di Luar Negeri
Stoper Persija Jakarta, Otavio Dutra, menuturkan susunan pemain XI terbaik pilihan dirinya. Ia memilih seluruh pemain yang pernah bermain bersama dirinya, baik di tim nasional Indonesia, atau pun level klub.
Salah satu pemain yang dipastikan menjadi pilihan Dutra untuk menghuni posisi penyerang sayap adalah Boaz Solossa. Keduanya pernah bahu-membahu membela Persipura Jayapura, pada musim 2012.
Bagi Dutra, Boaz layak bermain di luar negeri dengan kemampuannya. “Boaz pastinya sangat istimewa, semua dia punya. Mungkin yang saya sayangkan dia tidak bermain di luar negeri,” ungkap Dutra.
Di sisi sayap satunya, Dutra tak ragu untuk menempatkan sayap mungil Riko Simanjuntak. Pemain lincah andalan Persija itu memang menjadi salah satu winger terbaik yang aktif bermain di Indonesia saat ini.
Eks pemain Semen Padang itu juga punya andil penting dalam kejayaan Persija meraih juara Liga 1 2018. “Riko memiliki grafik permainan yang bagus. Punya kualitas individu yang bagus serta agresif sebagai pemain sayap,” urai Dutra.
Di posisi kiper Dutra memilih pemain asal Korea Selatan, Yoo Jae-hoon, yang juga pernah bersama dirinya saat di Persipura. Sementara tiga bek untuk menemani Dutra di lini belakang, terdapat Bio Paulin, Rizky Pora, dan Yustinus Pae.
Aroma Persipura kental menghiasi susunan pemain terbaik versi Dutra, namun ada juga beberapa pemain yang pernah menjuarai Liga 1 2017. Ketika itu, kompetisi dimenangkan Bhayangkara FC, dengan Dutra bermain di sana.
Evan Dimas dan Paulo Sergio yang jadi elemen penting The Guardian menjuarai Liga 1 2017 dipilih Dutra untuk menghuni posisi tengah, bersama Lim Jun-sik — yang juga pernah merasakan gelar juara Liga Indonesia, di Persipura.
“Tiga gelandang pilihan saya memiliki karakter dan kualitas individu yang baik. Seperti Evan misalnya sebagai gelandang dia juga lengkap, punya mobilitas bagus ditambah penempatan umpannya juga sangat akurat. Apalagi dengan ketiganya saya juga pernah meraih juara,” urai Dutra.
Duet Simon McMenemy dan Joko Susilo di sektor pelatih menjadi idaman Dutra. McMenemy pernah menjadikan Dutra sebagai stoper andalannya saat menjadi juara di Bhayangkara, dan kembali bereuni McMenemy hanya sesaat menukangi timnas Indonesia.
Ada kebingungan ketika Dutra harus memilih posisi kurusial di sektor striker. Dalam formasi 4-3-3, Dutra ingin memiliki targetmen sebagai andalan mencetak gol, namun ia bingung memilih Marko Simic, David da Silva, atau Alberto Goncalves.